Kepala BGN Sudaryono Murka, Korwil Kayong Utara Main HP Saat Rapat Daring Langsung Diperintah Mutasi

Memuat berita

Nasional

Kepala BGN Sudaryono Murka, Korwil Kayong Utara Main HP Saat Rapat Daring Langsung Diperintah Mutasi

Devi Sry Atmaja · 02 Agustus 2026 · 14:43 WIB · 3 dibaca
Kepala BGN Sudaryono Murka, Korwil Kayong Utara Main HP Saat Rapat Daring Langsung Diperintah Mutasi

Foto: bgn.co.id

Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menunjukkan sikap tegas saat memimpin rapat pengarahan nasional secara daring. Ia menghentikan pemaparannya di tengah forum setelah melihat salah satu pejabat wilayah asyik bermain ponsel.

Pegawai yang dimaksud adalah Adi Afrianto, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas dan viral di media sosial pada Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam cuplikan tersebut, Sudaryono dengan jelas menyebut nama dan jabatan sang korwil. “Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara namanya Adi Afrianto. Saya kasih penjelasan, dia main handphone itu,” ujarnya tegas.

Tanpa menunggu lama, Kepala BGN langsung memberikan perintah kepada Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM). “Karo SDM, tolong dicatat Korwil Kabupaten Kayong Utara Adi Afrianto, saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua segera,” katanya. Instruksi itu dijawab “siap” oleh salah satu peserta rapat.

Sudaryono tak hanya menindak satu orang. Ia juga meminta jajaran memeriksa peserta lain yang dinilai tidak fokus atau sekadar menitipkan absensi. Ia mengingatkan bahwa surat peringatan akan diberikan, dan setelah tiga kali peringatan, pegawai bisa dipecat. “Saya tidak segan-segan. Saya tidak ada urusan sama anda semua,” tegasnya.

Sehari kemudian, Jumat (31/7/2026), Sudaryono memberikan klarifikasi dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat. Ia membenarkan bahwa Adi Afrianto memang terlihat memegang handphone di layar Zoom saat dirinya sedang memberikan penjelasan.

Namun, setelah dilakukan pengecekan kebutuhan tenaga, rencana mutasi ke Papua dibatalkan. “Setelah kami cek, ternyata di Papua itu tenaga SPPG atau tenaga SPPI-nya oversupply... sehingga kami tidak pindah ke Papua, tapi kami pindahkan ke daerah lain. Jadinya kami pindahkan kalau tidak salah ke Sulawesi Selatan, yang di mana memang ada kebutuhan tambahan tenaga SPPI di tempat itu,” jelas Sudaryono.

Langkah ini sejalan dengan upaya pembenahan disiplin di lingkungan BGN. Sebelumnya, belum genap seminggu menjabat, Sudaryono sudah memberhentikan 261 pegawai non-ASN dan tenaga ahli yang dinilai bermasalah, sebagian besar karena pelanggaran disiplin. Ia juga menutup ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar.

Kejadian ini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah fokus pemerintah terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional. Sudaryono menekankan pentingnya profesionalisme dan konsentrasi penuh dari seluruh jajaran, terutama pejabat di lapangan yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program.

Tindakan tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh pegawai BGN agar lebih menjaga etika kerja, baik dalam pertemuan tatap muka maupun daring. Video viral tersebut terus menjadi bahan diskusi di media sosial, dengan banyak warganet yang mengapresiasi sikap tegas pimpinan lembaga.

Hingga saat ini, Adi Afrianto belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi yang diterimanya. Proses mutasi ke Sulawesi Selatan dipastikan akan segera dilaksanakan sesuai kebutuhan organisasi.